Setiap tahun sekali kampus menyelenggarakan ritual penerimaan mahasiswa baru. Dari ujung desa hingga
Tampilkan postingan dengan label Opium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opium. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 September 2011
'Gak ada pulus, 'gak bisa Ngampus
Setiap tahun sekali kampus menyelenggarakan ritual penerimaan mahasiswa baru. Dari ujung desa hingga
Label:
BHMN,
Kampus Biru,
Opium,
Pendidikan Mahal,
Selamat Datang Mahasiswa
Rabu, 07 September 2011
Teruntuk Mahasiswa Dari Petani
Kita berada di dunia yang sedang digenggam oleh mereka yang hendak menjadi sang tuan─kapitalisme. Sang tuan yang begitu culas terhadap mereka yang miskin bahkan jijik untuk dilihat. Para pejabat Negara bersimpuh untuk melayani sang tuan, dengan segala kebijakan yang dikeluarkan demi melayani sang tuan, yaitu dimudahkannya izin mendirikan perusahaan-perusahaan transnasional untuk mengeruk laba habis-habisan di negeri yang kaya ini. Politikus tak ketinggalan menjadi hamba sang kapital agar dirinya mendapat tunjangan dana kampanye hingga akhirnya terpilih jadi pejabat. Maka tak heran apabila terjadi simbiosis mutualisme yang menjijikan demi meraup kepentingan bersama. Kaum intelektual ikut-ikutan menjadi pembela apabila sang tuan melakukan kehilafan, ketika kebocoran pipa milik perusahaan Lapindo disinyalir sebagai akibat gempa bumi Yogyakarta dan diabsahkan dengan dalil ilmiah. Hingga akhirnya sang tuan bebas perkara dan berterima kasih atas kerja ilmiah kaum intelektual yang minus.
Miskin itu menyakitkan. Mereka yang tertindas atas keberadaan sang tuan cukup bersabar sebab potensi mereka telah diberangus oleh kebijakan sang tuan. Untuk pintar saja mereka harus mati-matian membiayai biaya sekolah yang mahal. Akses kesehatan yang seharusnya menjadi hak mereka malah dikomersialisasikan, istilah sakit itu mahal, memang jargon yang membanggakan di negeri ini, arti dari istilah itu menyiratkan kalau mau berobat ya harus bayar. Apalagi untuk bertahan hidup mereka menjadi sekumpulan spesies yang saling memakan─kanibal. Lihat saja seorang pemulung sampah rela membunuh rekannya sendiri karena perkara memperebutkan lahan sampah yang menjadi sumber mengais rezeki. Bukan persoalan moral mereka yang miskin melainkan mereka lapar. Konotasi menjijikan pun ditujukan kepada mereka, pedagang kaki lima yang kerap ada di tengah kota dianggap sebagai pengganggu ketertiban bahkan pembuat kumuh kota. Mereka yang terpaksa tinggal di bantaran kali dinggap sebagai pemukim liar. Ini kebijakan yang dibuat oleh para pejabat yang lebih setia kepada mereka yang memiliki modal, dan mereka yang miskin hanya dilihat sebagai sampah yang mesti disingkirkan dan dibakar (baca: kios-kios yang menolak relokasi maka pembakaran adalah alternatif yang manjur).Untitled
Gerakan keagamaan muncul ketika konteks sosial sudah agak menyimpang dari yang semestinya, tanpa kendali. Gerakan ini berfungsi sebagai jalan atau penanganan terhadap problematika sosial. Hal ini, jika dibiarkan terus menerus maka akan mengikis semangat juang masyarakat yang memiliki karakteristik sosial yang telah disepakati (dalam kajian sosiologi agama). Dan masyarakat lokal sebagai salah satu bagiannya, memiliki peran sebagai pengendali di ranah sosial yang dinamis, baik itu di wilayah desa maupun kota.HABITUS?
Dalam ranah birokrasi dan penegakan hukum (law enforcement), para birokrat dan aparat hukum di negeri ini telah terkotori oleh bermacam-macam ambisi, hasrat, serta syahwat politis yang bersifat pragmatis. Sehingga hampir semua lembaga negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif sudah terkontaminasi oleh tindak korupsi, yang menjadikannya tidak lagi konsisten dan loyal dalam memperjuangkan “perut rakyat” (kesejahteraan-red). Maka dari itulah menurut hemat saya diperlukan suatu kekuatan gerakan rakyat yang solid untuk memberangus kebobrokan tersebut.
Selasa, 12 April 2011
DOSENOPHOBIA
Mari mengenal spesies yang memberikan kontribusi dalam mewarnai peradaban manusia. Spesies ini memiliki nama ilmiah Nu Ngajar Mahasiswa seringkali populer disebut dosen. Spesies yang satu ini memiliki kemampuan adaftasi yang tangguh dengan segala situasi chaos di tengah tumpukan ide dan gagasan mahasiswa, mampu melerai setiap baku hantam diskusi dengan kekuatan retorika intelektual yang mengagumkan. Tak hanya itu spesies ini memiliki perisai yang tahan terhadap suhu panas kritis mahasiswa, yaitu perisai apologi (apology shield). Jika dirinya merasa terganggu dan terancam tak segan mengeluarkan senjata yang mampu melumpuhkan lawannya dalam sekejap bak gurita yang menyemprotkan cairan hitam ketika terancam. Prototipe senjata ini masuk kategori 'bahaya' jika dikeluarkan sebab tak hanya mampu melumpuhkan secara fisik melainkan psikis lawan, ini prototipe terbaru setelah senjata biologis. Senjata ini mengeluarkan semacam cairan dengan kadar dosis tersendiri, dari dosis terbagus hingga terburuk.
Langganan:
Postingan (Atom)

